Sejarah Perkembangan Hard Disk

0
  
  Hardisk merupakan piranti penyimpanan sekunder dimana data disimpan sebagai 
magnetik pada piringan metal yang berputar yang terintegrasi. Atau dapat 
diartikan dengan cakram keras. Data disimpan dalam lingkaran konsentris yang 
disebut track. Tiap track dibagi dalam beberapa segment yang dikenal sebagai 
sector. HDD diperkenalkan pada 1956 sebagai media penyimpanan data untuk komputer accounting IBM, pada dasarnya dikembangkan untuk komputer dengan keperluan umum. Pada tanggal 21, kegunaan HDD diperluas dan meliputi banyak kegunaan, seperti sebagai perekam video digital, pemutar audio digital, Personal Digital Assistant (PDA), kamera digital, dan video game. Hard disk pertama yang diciptakan adalah Hard disk yang ditawarkan oleh IBM pada tahun 1956, memiliki berat 500Kg dan hanya menawarkan kapasitas sebesar 5MB. Media penyimpanan seperti ini membutuhkan sebuah kompressor udara 
bertekanan dan masih jauh untuk penggunaan dirumah. Hard disk ini biasanya di sewakan kepada perusahaan", untuk jangka waktu tertentu. dengan biaya penyewaan $5000 US dollar/bulan. (5MB, 24 Inchi, access time 600ms, 1200rpm, 500KG, 10W).

 Open Hard Disk atau juga yang dikenal dengan nama IBM 1311 diperkenalkan 
pada tanggal 11 oktober 1962, 
     Harddisk ini dapat menyimpan 2 juta karakter pada disk pack yang diganti. Ketebalan HD mencapai 4 Inchi, berat 4,5Kg, dan memiliki 6 disk yang berukuran 14 inchi dan 10 permukaan yang dapat ditulis.

    Pada tahun 1973, IBM memulai program Winchester dengan piringan berputar yang terpasang permanen, Mekanisme loading menjadi masalahnya, demikian juga kedekatan nama HD tersebut dengan nama sebuah senjata (Winchester), sehingga HDD ini sempat diperdebatkan.
   
 Pada tahun 1979 Winchester 8 inci diperkenalkan. Harddisk Winchester pertama  untuk industri, harddisk ini masih sangat berat dan mahal, harganya sekitar 1000 euro/Mb.

   Pada tahun 1980 Seagate meluncurkan Harddisk 5,25 inci pertama kepasaran yang bernama ST506 (6mb, 3600rpm). Harga Harddisk ini berkisar 1000 $.
  
  Pada tahun 1989, Western Digital membuat standar IDE (Integrated Drive 
Electronics) untuk semua ukuran Harddisk. Harddisk berkembang sangat pesat dimulai pada tahun 1997. Itu ditandai dengan adanya Giant Magnet Resistance (GMR) yang ditemukan oleh Peter Gurnberg, dengan DTTA-351680, IBM dapat mengatasi batasan kapasitas 10GB.

   Pada tahun 2001, Maxtor mengeluarkan harddisk Maxtor VL40 32049h2, dengan 
kapasitas 20 GB. HDD ini termasuk berukuran besar di kala itu.

    Pada tahun 2004, Seagate meluncurkan Hard disk SATA pertama dengan Native 
Command queing. kapasitas HD ini sudah mencapai 120GB. Dibandingkan dengan 3 tahun sebelumnya, kapasitas HDD meningkat hingga 6 kali lipat.
    Pada tahun 2006 Seagate meluncurkan Penperdicular Recording, Momentus 5400.3 sebuah HD 2.5 inci, berkapasitas 160 GB yang menggunakan teknik vertical rebording.
   Pada tahun 2007 Hitachi meluncurkan DeskStar 7K1000 Harddisk Terabyte 
pertama ke pasaran, dengan kapasitas 1000GB, atau 1 TeraByte. Dibanding pada 
setahun sebelumnya, kapasitas HDD meningkat hampir 10 kali lipat.
   
   Pada tahun 2010, Solid State Drive (SSD) yang tidak berisik, hemat daya, cepat 
dan sangat handal, merupakan kriteria HDD masa depan. SSD dengan kapasitas 
paling besar saat ini berukuran 256 GB. Namun, SSD memiliki kekurangan yang 
terletak pada masalah harga yang sangat mahal dibandingkan HDD. Para Ahli memprediksi bahwa masih dibutuhkan sekitar 5 tahun sampai SSD dapat menyamai kapasitas HDD konvensional dengan harga yang sama.
   Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, HDD mengalami peningkatan ukuran penyimpanan hingga 10 kali lipat.Harddisk merupakan media penyimpan yang 
didesain untuk dapat digunakan menyimpan data dalam kapasitas yang besar. Hal ini dilatar belakangi adanya program aplikasi yang tidak memungkinkan berada dalam 1 disket dan juga membutuhkan media penyimpan berkas yang besar misalnya database suatu instansi. Tidak hanya itu, Harddisk diharapkan juga diimbangi dari kecepatan aksesnya. Kecepatan harddisk bila dibandingkan dengan disket biasa, sangat jauh. Hal ini dikarenakan harddisk mempunyai mekanisme yang berbeda dan teknologi bahan yang tentu saja lebih baik dari pada disket biasa. Bila tanpa harddisk, dapat dibayangkan betapa banyak yang harus disediakan untuk menyimpan data 
kepegawaian suatu instansi atau menyimpan program aplikasi. Hal ini tentu saja tidak efisien. Ditambah lagi waktu pembacaannya yang sangat lambat bila 
menggunakan media penyimpanan disket konvensional tersebut. Jika dibuka, terlihat mata cakram keras pada ujung lengan bertuas yang menempel pada piringan yang dapat berputar Data yang disimpan dalam harddisk tidak akan hilang ketika tidak diberi tegangan listrik. Dalam sebuah harddisk, biasanya terdapat lebih dari satu piringan untuk memperbesar kapasitas data yang dapat ditampung. Dalam perkembangannya kini harddisk secara fisik menjadi semakin tipis dan kecil namun memiliki daya tampung data yang sangat besar. haddiskkini juga tidak hanya dapat terpasang di dalam perangkat (internal) tetapi juga dapat dipasang di luar perangkat (eksternal) dengan menggunakan kabel USB ataupun 
FireWire. Hard Disk merupakan media penyimpanan yang didesain untuk dapat digunakan menyimpan data dalam kapasitas yang besar. Hal ini dilator belakangi adanya program aplikasi yang tidak memunginkan berada dalam 1 disket dan juga membtuhkan media penyimpan berkas yang besar misalnya database suatu instansi. Hal ini tentu saja tidak efisien. Ditambah lagi waktu pembacaannya yang sangat lambat bila menggunakan media penyimpanan disket konvensional tersebut.

Sekian dan Happy Learning :)
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)
Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !